2012, Sekolah Dapat BOS 100 %

webmasterBerita2 Comments

JAKARTA (radarbangka.co.id) - Mulai tahun depan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan mengcover 100 persen biaya operasional, minus untuk gaji dan tunjangan pegawai. Mendiknas M NUh menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan hal itu dan agar bisa diterapkan mulai Januari 2012.
Selain itu, Nuh juga menyebutkan, pemerintah telah merancang kenaikan BOS tahun depan. Untuk tingkat SD/MI sekarang sebesar Rp 397 ribu per anak per tahun, diusulkan naik menjadi Rp 580 ribu. SMP/Mts sebesar Rp 570 ribu per anak per tahun , diusulkan menjadi Rp 710 ribu.
Dikatakan, angka Rp 580 ribu dan Rp 710 ribu itu dihitung berdasar struktur anggaran pendidikan, yang terdiri dari biaya pengelolaan, biaya satuan pendidikan, dan biaya pribadi peserta didik.  Di dalam biaya di satuan pendidikan itu, ada yang namanya biaya investasi dan ada juga biaya operasi.
Selanjutnya, di dalam biaya operasi itu dibagi menjadi biaya personalia dan biaya non personalia. Di dalam biaya operasi personalia itu menangani masalah gaji, tunjangan pendidik, pegawai dan honor. Sedangkan di dalam operasi non personalia, di dalamnya ada alat tulis, listrik, biaya jasa, pembinaan siswa dan uji kompetensi dan seterusnya. “Nah, biaya operasi non personalia itulah yang dicover BOS itu,” ungkap Nuh ketika ditemui usai rapat kerja pembahasan anggaran bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, Kamis (9/6).
Dijelaskan, angka BOS sekarang ini memang baru mengcover sebesar 70 persen dari seluruh biaya operasi non personalia. “Oleh karena itu,  kami mengusulkan agar biaya ini dicover sepenuhnya oleh BOS. Tahun depan itu dana BOS berjumlah Rp 27,6 triliun termasuk yang ada di Kementerian Agama. Sedangkan tahun ini totalnya Rp 19,8 triliun,” jelasnya.
Dengan adanya kenaikan dana BOS ini, mantan Menkominfo ini menegaskan, sekolah dilarang keras memungut biaya kepada anak didik. “Dengan adanya pemenuhan 100 persen ini,  tidak ada alasan untuk memungut biaya ke anak-anak. Intinya, bulan Januari 2012 sudah tidak boleh memungut biaya lagi,” tandasnya.
Hanya saja, meski BOS yang mengcover 100 persen, daerah tetap berkewajiban untuk menyalurkan dana pendidikan sebesar 20 persen dari dana APBD. “BOSDA tetap harus disalurkan daerah sebesar 20 persen dari APBD-nya. Maka nanti, dana pendidikan daerah itu akan bisa digunakan untuk investasi pendidikan, penguatan kualitas dan seterusnya. Tetapi operasional sudah ditutup oleh pusat lah.
Menanggpi hal tersebut, Komisi X DPR RI setuju-setuju saja atas usulan pemerintah agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mampu mengcover seluruh biaya operasional sekolah hingga 100 persen. DPR yakin, jika gagasan ini terlaksana, maka program pendidikan wajib belajar (Wajar) 9 tahun bakal sukses lantaran menjadi gratis.
Selama ini dana BOS yang disalurkan pemerintah untuk program Wajar 9 tahun hanya mampu mengcover 70 persen biaya operasional. Anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djundjunan mengatakan, memang saat ini sudah saatnya pendidikan wajar 9 tahun digratiskan. Apalagi saat ini juga sudah tidak ada lagi penyebutan untuk jenjang SMP kelas 1,2 atau 3.Tetapi pendidikan jenjang SD-SMP adalah kelas 1- 9.
“Saya punya pemikiran, dengan memberikan pendidikan gratis dari mulai jenjang kelas 1- 9 tersebut akan lebih fokus. Dalam melakukan evaluasinya sendiri, juga akan lebih hemat tenaga, waktu dan biaya,” ungkap Popong.
Sedang Anggota Komisi X DPR RI, Dedi Gumelar mengatakan, program Wajar 9 tahun yang digratiskan memang sudah sepatutnya dilakukan karena sesuai dengan amanat undang-undang. “Program Wajar 9 tahun ini harus diselesaikan dengan baik. Ini adalah kewajiban pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak dan sudah menjadi amanat undang-undang,” ujar Dedi. (cha/jpnn)

2 Comments on “2012, Sekolah Dapat BOS 100 %”

  1. webmaster

    @ekoedy Panduan Resmi Juknis BOS 2012 belum dikeluarkan oleh kemendiknas. Mari sama-sama berdoa agar Juknis yang baru semakin mempermudah sekolah.

Leave a Reply