2013, Bosda Madin Menurun Rp 3 Miliar

webmasterBeritaLeave a Comment

KOTA-Bantuan penyelenggaraan pendidikan diniyah dan guru swasta (BPPDGS) bantuan operasional sekolah daerah madrasah diniah (Bosda Madin) tahun 2013 turun sebesar Rp 3 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Kabag Keuangan Pemkab Bangkalan, Ahmat Hafid kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (12/2). Dana Bosda Madin dari provinsi tersebut sebelumnya sebanyak Rp 13,7 miliar kini tinggal Rp 10,1 miliar. ”Bosda Madin tahun 2012 sebesar Rp 13,7 miliar, sekarang tinggal Rp 10,17 miliar,” ungkap Hafid kemarin.

Hafid sendiri mengaku tidak tahu pertimbangan pemprov dalam menurunkan anggaran biaya pendidikan nonformal tersebut. Padahal, pihaknya berharap Bosda Madin dinaikkan mengingat jumlah pendidikan diniah di Bangkalan yang kuantitasnya sangat besar. Sehingga membutuhkan perhatian lebih. ”Yang tahu pertimbangan turunnya jumlah anggaran Bosda Madin itu provinsi, kita sendiri tidak tahu apa yang melatarbelakangi. Hanya saja saya pikir semua daerah turun,” imbuhnya.

Kendati anggaran Bosda Madin turun, dana pendamping atau sharing yang disiapkan oleh pemerintah kabupaten menurutnya tidak berkurang dari tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 1,356 miliar. Sementara itu, pencairan Bosda Madin masih dalam tahap proses verifikasi data penerima lantaran beberapa persyaratan harus dipenuhi oleh dinas pendidikan dan kementerian agama. Sebelumnya, sebanyak 1.406 lembaga sebagai penerima dana tersebut, terdiri dari Madin Ula sebanyak 1.078 lembaga, Madin Wusto sebanyak 89 lembaga, Paket A 17 lembaga, paket B 21 lembaga, MI sebanyak 36 lembaga, MTs 48 lembaga, SMP 92 lembaga dan salafiyah Ula sebanyak 20 lembaga. (radar)

Sumber: http://www.maduraterkini.info/berita-bangkalan/2013-bosda-madin-menurun-rp-3-miliar.html

Leave a Reply