BOS tahap II tak bisa cair

webmasterBeritaLeave a Comment

MEDAN - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan II pada tahun 2011 tidak bisa dicairkan jika kabupaten dan kota belum menyalurkan BOS triwulan pertama.

Di Sumut sendiri masih ada sembilan  pemerintah daerah kabupaten dan kota yang belum mencairkan dana BOS triwulan I, sehingga untuk pencairan tahap kedua tidak bisa dilakukan.

Kesembilan pemerintah daerah kabupaten/kota tersebut, yakni Langkat, Pematang Siantar, Tapanuli Tengah, Nias Selatan, Nias, Gunung Sitoli, Nias Utara, Dairi dan Karo.

“Mereka belum bisa mencairkan dana BOS untuk anggaran triwulan kedua, namun kesembilan daerah itu masih diberi kesempatan dalam minggu ini untuk segera mencairkan dan mereka sudah berjanji akan mencairkannya segera,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu), Syaiful Safri, malam ini.

Syaiful menyebutkan, hingga saat ini Disdiksu juga belum menerima surat remsi pencairan dana BOS untuk triwulan kedua dari Menteri Keuangan. Padahal berdasarkan aturan, katanya, pencairan untuk triwulan II di 2011 sudah dimulai April ini.

Ketika ditanya apakah belum diterimanya surat dari Menkeu tersebut merupakan efek dari lambannya ke sembilan daerah mencairkan dana BOS, Syaiful hanya menjawab, belum tahu pasti apakah ini dampaknya atau tidak.

Syaiful mengatakan, hingga kini dia belum melakukan pengecekan kembali soal kesembilan daerah itu, karena masih berada di luar kota. “Surat sudah pasti kita layangkan kepada kesembilan daerah itu,” ucapnya.

Seperti diketahui dana BOS Sumut untuk 2011 sebesar Rp1,08 triliun. Dari 33 kabupaten dan kota, dana BOS terbesar berada di Kota Medan dengan jumlah Rp169,7 miliar.

Kepala Disdik Kota Medan, Hasan Basri, mengatakan pihaknya dalam minggu ini akan mengeluarkan surat pencairan BOS triwulan II ke pusat. Untuk triwulan I di 2011,  dana BOS sudah dicairkan ke sekolah-sekolah.

Mengenai besarnya biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah termasuk untuk BOS buku dapat dikategorikan bagi siswa SD/SDLB di kota menerima Rp400 ribu per siswa selama setahun dan siswa SD/SDLB di kabupaten hanya menerima Rp397 ribu per siswa selama setahun.

Sedangkan untuk siswa SMP/SMPLB/SMPT di kota mendapatkan Rp575 ribu per siswa selama setahun dan untuk siswa SMP/SMPLB/SMPT di kabupaten hanya mendapatkan Rp570 ribu per siswa selama setahun. Penyaluran dana dilakukan setiap tiga bulan sekali (triwulan) selama satu tahun.

Dana BOS dalam peraturan PP No 48 tahun 2008 meliputi biaya satuan pendidikan, biaya penyelenggaraan atau pengelolaan pendidikan dan biaya pribadi peserta didik (siswa).

Dana BOS dapat pula dipakai untuk membayar gaji guru honor, beasiswa pendidikan siswa berprestasi, biaya pemeliharaan sarana dan prasarana, dan biaya operasional lainnya.

 

sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=187681:bos-tahap-ii-tak-bisa-cair&catid=14:medan&Itemid=27

Leave a Reply