BOSDA Akan Naik 2 Ribu Tiap Siswa

webmasterBeritaLeave a Comment

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Malang, anggaran di pos tersebut akan mengalami perubahan. Perubahan itu akan tertuang/ akan dibahas dalam rapat paripurna Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2011 dalam waktu dekat. Anggaran pendidikan akan dialokasikan melalui APBD Pemkot Malang berupa Biaya Operasional Daerah (BOSDA).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Christea Frisdiantara. Menurut Tea, sapaan akrabnya, anggaran BOSDA dipastikan akan mengalami perubahan/penambahan hingga Rp 2 ribu per siswa. ”Meskipun nantinya kenaikan anggaran itu tidak sampai Rp 2 ribu, setidaknya mendekati angka itu. Dalam hal ini kami tetap akan berupaya agar kenaikannya sesuai yang kami targetkan,” ujar Tea, Senin (1/8).

Tea menambahkan, dengan adanya kenaikan BOSDA itu diharapakan tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah yang memberatkan peserta didik. Besarnya kenaikan anggaran BOSDA itu, terang politisi Demokrat itu, akan diberlakukan disemua tingakatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA yang ada di kota Malang.

Selain itu, lanjut Tea, untuk pengadaan LKS di sekolah juga akan ditanggung atau dialokasikan dari APBD. Hal itu terkait karena banyaknya keluhan dari siswa mengenai pengadaan LKS. “Dengan adanya kenaikan anggaran BOSDA dan dana pengadaan LKS yang ditanggung oleh APBD, diharapkan bisa mengurangi atau bahkan tidak ada lagi permasalahan di dunia pendidikan kita,”lanjutnya.

Sedangkan untuk anggaran BOSNAS juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Dari 37 miliar sekian, anggaran dari pusat itu mengalami penambahan sebesar 2 miliar. Jadi, anggaran BOSNAS sebesar 29 miliar lebih, dan bahkan angkanya mendekati 40 miliar.

Besarnya anggaran BOSNAS itu dibenarkan oleh salah satu anggota Komisi D, Sutiadji. Menurut politisi PKB itu, bahwa alokasi anggaran/ penambahan itu merupakan amanat PP nomor 20 tahun 2010 tentang anggaran pendidikan yang harus dimasukkan ke dalam APBN. “Dana itu harus tersalurkan dengan baik, untuk meningkatkan mutu pendidikan dan juga amanat pemerintah.”imbuh Sutiadji.

Pernyataan itu senada dengan yang disampaikan Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, dengan adanya penambahan anggaran untuk bidang pendidikan tentunya akan diikuti dengan meningkatnya mutu dan kualitas pendidikan, sehingga Kota Malang tetap menjadi barometer dunia pendidikan.

Politisi PDIP itu menambahkan, jika pendidikan di Kota Malang mengalami peningkatan yang signifikan, maka akan banyak pelajar dari luar Malang yang akan menempuh pendidikan di Kota Malang. Begitu juga dengan rencana akan dibangunnya sekolah autis, Inep, sapaan akrbanya, mengaku masih menunggu keputusan paripurna PAK 2011 ini. (say)

Leave a Reply