Kalteng Peringkat Tujuh Pelaporan Dana BOS

webmasterBeritaLeave a Comment

PALANGKARAYA–BN : PENGELOLAAN dana ope­ra­sio­nal sekolah (BOS) di Kalimantan Tengah cukup me­muas­kan. Setidaknya penya­lu­ran dan pelaporan BOS Kal­teng masuk peringkat tu­juh dari 33 provinsi se-In­do­nesia.

Pejabat Pelaksana Teknis Ke­giatan (PPTK) BOS Dinas Pen­didikan Kalteng Yulius Obos, kemarin, mengungkapkan peringkat tujuh itu diraih setelah proses penyaluran dan pelaporan BOS dilakukan tepat waktu.

“Kita dikasih waktu selama sa­tu pekan dan kita tepat wak­tu dalam menyalurkan. Dik­nas Kalteng pun mampu me­nyajikan data dengan me­menuhi kaidah clean and clear, dan data itu sudah di­per­siapkan sejak jauh hari,” ung­kap Yulius kepada Borneonews, kemarin.

Dia menuturkan, peringkat Kal­teng jauh meninggalkan ti­ga provinsi tetangganya yak­ni Kali­man­­tan Selatan, Ka­limantan Ba­rat, dan Kaliman­tan Timur. Ketiga provinsi itu berada di urutan ke-20 ke bawah. Se­dangkan urutan pertama di­raih Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan peringkat te­rendah tempati Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Rata-rata mereka (provinsi tetangga Kalteng) di posisi di ba­wah 20. Ini disebabkan ada permasalahan dengan bank penyalur sehingga mo­lor dari waktu seharusnya. Se­mentara itu, kita tidak ada ma­salah dan terhitung tepat wak­tu. Itu sesuai dengan ins­truk­si gubernur agar tepat wak­tu dalam penyaluran dan pe­laporan, sebab kecepatan da­lam penyaluran dan pela­po­ran itulah yang dinilai,” ungkapnya.

Alokasi BOS

Tahun ini, lanjutnya, Kal­teng mendapat alokasi dana BOS sebesar Rp245,98 miliar. Alo­kasi itu terbagi men­ja­di jenjang SD sederajat Rp180,038 miliar dan SMP/SMPLB sederajat Rp65,038 mi­liar. Mengenai mekanisme penya­luran, mulai tahun ini ti­dak lagi melalui kabupaten/ko­ta, tetapi dari pemerintah pu­sat dilewatkan ke pemerin­tah provinsi yang kemudian di­salurkan ke rekening sekolah.

Dari dana itu, setiap siswa SD sederajat menerima Rp145 ribu per triwulan. Sedangkan tingkat SMP sederajat Rp177,500 ribu per triwulan. De­ngan nilai itu, jumlah yang di­terima siswa SD total Rp580 ribu per siswa per tahun dan SMP Rp710 ri­bu per siswa per tahun.

Di tempat terpisah, Ketua Ko­misi III DPRD Kota Pa­lang­ka­raya Subandi mengingatkan kepala sekolah untuk tidak me­nyalahgunakan dana BOS dan me­ngelolanya deng­an baik.Jika sampai salah da­­lam membelanjakannya atau ti­dak sesuai dengan per­­untukan yang ditentukan, bi­sa berakibat pidana. (B-3)

Leave a Reply