Tutorial E-Learning Gratis

webmasterBerita1 Comment

Sebelum kita mendiskusikan masa depan elearning di Indonesia, lebih dulu kita harus tahu apa itu elearning. Tidak mungkin kita membahas sesuatu yang tidak kita tahu, ya tho??. Elearning atau dapat juga disebut pembelajaran online, virtual learning, online learning, dan lain lain adalah sebuah kegiatan belajar yang memanfaatkan teknologi jaringan seperti Internet, LAN, WAN sebagai salah satu metode penyampaian, interaksi, dan difasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya (Brown, 2000; Feasey, 2001).

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmudan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikapdan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Dalam jaringan (disingkat: daring, Inggrisonline) adalah keadaan di mana seseorang terhubung ke dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar.

(http://id.wikipedia.org/wiki)

Elearning adalah ekstensifikasi metode pembelajaran yang mengijinkan guru dan murid berada dalam waktu dan ruang yang tidak sama. Jadi ada beberapa komponen dalam elearning, yaitu:

  1. Jaringan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang dalam elearning, dapat berupa intranet ataupun internet. Ini dimaksudkan agar banyak komputer yang terhubung sehingga memperluas area belajar walaupun dengan waktu yang tetap terbatas
  2. Materi belajar yang tersedia dalam sistem pembelajaran seperti tersedianya media belajar seperti modul, presentasi, gambar/film ilustrasi, dan sebagainya.Media-media belajar yang dimanage dalam sebuah elearning agar memberikan kemudahan pada murid untuk mengaksesnya.
  3. Adanya interaksi/umpan balik antara guru dan siswa yang dapat berdiskusi bila menemukan kesulitan. Metode diskusi dapat melalui chat, forum, mailing list, telephon, dan berbagai macam cara yang mengijinkan diskusi antara guru dan siswa. Bahkan ada sebuah aplikasi yang mengadakan virtual class yang diselenggarakan secara streaming melalui jaringan
  4. Penjadwalan (silabus) yang jelas dan dapat diketahui oleh semua peserta belajar agar tercipta ketertiban dan kedisiplinan walaupun berada dalam ruang dan waktu yang tidak sama.
  5. Adanya evaluasi untuk mengukur perkembangan dan kemajuan peserta belajar. Evaluasi dapat melalui tugas, polling, kuis, dan reward pencapaian peserta belajar terhadap materi yang telah diberikan.

Dari bahasan diatas, dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa sebenarnya elearning adalah sistem pembalajaran biasa yang dipindah ruang, dari ruang kelas di sekolah atau kampus menjadi hanya melalui jaringan (internet/intranet).

Setelah kita tahu apa itu elearning, saatnya kita diskusikan nasib penggunaan elearning di Indonesia. Elearning menjadi menarik dan sangat menarik sekali diterapkan karena :

  1. Biaya pendidikan (sekolah) di Indonesia tercinta kita semakin tahun semakinmahal.
  2. Buku yang setiap tahun selalu berganti-ganti sehingga memaksa peserta belajar membeli buku hampir setiap tahun yang semakin tahun juga semakin mahal. Dengan menggunakan elearning, adaptasi buku baru akan semakin mudah karena semua disediakan dalam bentuk digital (ebook, pdf, ppt, odp, dll)
  3. Pengguna internet/internet semakin meningkat setiap tahun (pengguna aktif dan pengguna pasif). Semakin banyak yang menggunakan internet berarti kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi semakin meningkat.
  4. Biaya koneksi internet yang semakin murah setiap Kbpsnya.
  5. Tempat untuk mengakses internet semakin dapat ditemui. Semakin banyak area yang bisa digunakan untuk mengakses internet. Di beberapa kota besar bahkan menyediakan akses hotspot di setiap taman kota dan beberapa ruas jalan di kotanya.

Namun dibalik berbagai dukungan tersebut, ada beberapa hambatan yang pasti akan dihadapi oleh sang guru ataupun murid, hambatan itu adalah:

  1. Elearning hanyalah sebagai ekstensifikasi cara belajar yang dilakukan di kelas, bukan menggantikan pertemuan di kelas menjadi hanya melalui layar monitor komputer. Pertemuan visual dan verbal antara guru dan murid dalam sebuah kelas fisik tetap wajib diadakan agar sang guru dapat membentuk sikap belajar dan mempunyai kepercayaan terhadap murid mengingat tugas seorang guru tak hanya mengajarkan ilmu yang ada dalam buku pelajaran, namun juga ilmu dalam kehidupan (social engineering).
  2. Tidak semua daerah di Indonesia terhubung dengan internet dengan baik. Masih ada beberapa daerah yang membutuhkan waktu untuk menuju ke pemanfaatan internet yang lebih baik atau istilahnya ”Menuju Swasembada Internet” (sedangkan swasembada pangan saja masih pasang surut, huh).
  3. Kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi penerapan elearning. Banyak guru atau siswa yang masih awam terhadap teknologi ini. Waktu pasti dibutuhkan untuk transformasi pola pikir guru dan murid dalam menerapkan metode belajar ini.

Itulah wacana penerapan elearning di Indonesia. Walaupun Elearning sudah dimanfaatkan oleh beberapa institusi perguruan tinggi, namun pemanfaatannya masih belum maksimal. Belum maksimalnya guru dalam memberikan bahan belajar melalui elearning atau karena siswa yang masih pasif memanfaatkan teknologi elearning ini. Semua butuh waktu dan komitmen bersama.

Tapi saya optimis dalam 5 tahun selanjutnya, pemanfaatan elearning akan semakin baik di Indonesia. Bahkan mungkin pemerintah perlu membuat (meminjam istilah orba)PELITA Pendidikan agar biaya pendidikan semakin murah dan anggaran untuk fasilitas pendidikan lebih tepat sasaran.

Sumber dari http://sagung.wordpress.com/2008/07/27/masa-depan-e-learning-di-indonesia/

Pastibos menyediakan tutorial gratis Moodle, silakan download di http://www.pastibos.com/pastibos/e-learning

 

One Comment on ““Tutorial E-Learning Gratis”

Leave a Reply